Soekardi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun. foto:dhanny/BANGSAONLINE
MADIUN (bangsaonline)
Akumulasi Pendapatan Asli Daerahpemkab Madiun secara umum(PAD) sejak September sudah mencapai targetsekitar 65 persen, akan tetapi dalam kenyataannya masih ada lima Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan dua Perusahaan Daerah (Perusda) belum memenuhi realisasi target nilai PADA sesuai target perolehan antara bulan Januari sampai September 2014.
Dari 12 SKPD penghasil masih ada lima SKPD yang masih minim setoran PAD-nya. Di antaranya, Kantor Bappemas dan Pemdes dari target hasil sewa tanah bengkok Rp 344 juta baru terealisasi Rp 47 juta (13,66 persen). Dinas kependudukan dan pencatatan Sipil dari pagu ditetapkan Rp 625 juta teralisasi Rp Rp 44,4 juta (7,11 persen).
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) dari Rp 1,139 miliar baru terealisasi sekitar Rp 670 juta. Selain itu Dinas Kesehatan dari target sekitar Rp 20 miliar dari komponen retribusi pelayanan kesehatan dan dari hasil penerimaan Jaminan Kesehatan baru disetor Rp 8,8 miliar. Tunggakan belum disetor masih sebesar Rp 11,8 miliar serta Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura dari target hanya dipatok Rp 65 juta sampai saat ini baru setor Rp 14,3 juta.
Sedangkan dua Perusda yakni PD BPR Kabupaten Madiun dari target ditetapkan Rp 2,6 miliar, baru setor Rp 250 juta (9,32 persen). Sementara pencapaian terendah ada pada Perusda Taman Wisata Umbul, di Desa Glongong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun dari pagu target ditetapkan sebasar Rp 75 juta sampai saat ini belum ada setoran sama sekali.
"Pencapaian target sudah mencapai 65,13 persen dari pagu target ditetapkan sebesar Rp 60,9 miliar. Meski demikian ada dua komponen yang minim setoran," terang Kepala Dinas Pendapatan (Dinpenda) Pemkab Madiun, Indra Setyawan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




