Foto: siagaindonesia.com
Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, mempertanyakan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kini kecewa dengan proses dan hasil pengesahan RUU Kepala Daerah menjadi UU Pilkada. Menurut Eva, sikap SBY itu hanya berpura-pura karena sejak awal SBY sudah mengetahui Demokrat akan walkout saat pengambilan keputusan di DPR.
"Kita kecewa karena Partai Demokrat tidak sungguh-sungguh memenangkan pilkada langsung dengan WO, tapi lebih kecewa ke SBY yang tidak serius menggerakkan mesinnya (Fraksi Demokrat). Tidak mungkin tindakan Partai Demokrat tanpa sepengetahuan dan restu SBY," kata Eva saat dihubungi, Jumat (26/9/2014).
BACA JUGA:
- PDI Perjuangan Kota Pasuruan Targetkan 6 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- PDIP Surabaya Rayakan May Day dengan Aksi Sosial, Rangkul Ojol Perempuan
- Pelapor Dugaan Korupsi Banpol PDIP Kabupaten Pasuruan Serahkan Dokumen Tambahan ke Kejaksaan
Hal itu disampaikan Eva ketika dimintai tanggapan mengenai pernyataan SBY yang mengaku kecewa dengan hasil paripurna DPR bahwa kepala daerah dipilih oleh DPRD. Saat pengambilan keputusan, SBY tengah berada di Amerika Serikat.
Menyikapi hasil itu, Demokrat akan mengajukan uji materi UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi nantinya.
Eva juga menilai, langkah SBY yang akan membawa keputusan tersebut ke MK hanyalah pencitraan semata.
"Menggugat yang tepat, ya ke Partai Demokrat dan Pak SBY sendiri karena penyebab (pilkada langsung) kalah adalah mereka berdua," ujar anggota Komisi III DPR itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




