Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Harapan ribuan guru tidak tetap (GTT) non Kategori 2 (K2) bisa mendapatkan honor tambahan meski belum dianggap layak, sedikit terwujud. Sebab, Pemkab Gresik pada tahun 2018 ini alokasikan anggaran sebesar Rp 13 miliar untuk memberikan honor GTT non K2 tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda menyatakan, Pemkab Gresik tahun ini alokasikan anggaran tambahan kesejahteraan sebesar Rp 13 miliar.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Anggaran tambahan itu, lanjut Huda, begitu panggilan akrabnya, untuk honor GTT non K2 Negeri, dari masing-masing Rp 200 ribu per bulan menjadi Rp 500 ribu atau ada kenaikan Rp 300 ribu.
Kemudian untuk GTT swasta yang sebelumnya tidak dapat, mendapatkan masing-masing Rp 300 ribu per bulan." Ini bentuk kepedulian kami terhadap para pengajar," ujar Huda.
Penambahan dan pemberian honor bagi guru negeri dan swasta di Kabupaten Gresik diilhami dari rasa keprihatinan DPRD Gresik atas nasib guru di luar PNS tersebut.
Mereka selama sebulan mengajar, baik di lembaga pendidikan negeri maupun swasta honor yang didapatkan jauh dari kategori layak.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




