?
Aktivis PMII Sumenep saat aksi melempar telur busuk ke gedung dewan, usai pelantikan 50 anggota dewan periode 2014-2019. foto: Ida Okvinita/BANGSAONLINE
SUMENEP (bangsaonline) - Pelantikan dan pengambilan sumpah 50 orang anggota DPRD Sumenep, periode 2014-2019, di Pendopo Agung Keraton, Kamis (21/8) pagi, diwarnai dua demo.
Aksi turun jalan itu dilakukan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Forum Mahasiswa Sumenep (Fam's). Ketika aksi, aktivis PMII nyaris bentrok dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan pelantikan anggota dewan.
BACA JUGA:
- Cak Imin Sebut Ketum PBNU Gagal, Jangan Diteruskan, Nusron: Aumni PMII seperti Tamu di PBNU
- PMII Kabupaten Pasuruan Soroti Tragedi Anak Tenggelam di Bekas Tambang
- Tetap Humble di Level Nasional, Senator Ning Lia Buktikan Idealisme PMII Tak Lekang oleh Jabatan
- PC PMII Kabupaten Pasuruan Resmi Dilantik, Gus Shobih Bilang Begini
Sedangkan aksi yang digelar FAM’s diwarnai pembakaran baju yang dimaksudkan bukti akan terus mengawal anggota dewan yang baru saja dilantik supaya menyuarakan kebenaran. “Kami rela membakar baju hanya untuk masa depan Sumenep, mendukung anggota dewan yang baru untuk memperjuangkan rakyat,” teriak orator aksi, Hazmi, Kamis (21/8).
Bahkan, aksi terus berlanjut. Karena tidak bisa menemui anggota dewan yang dilantik, maka mahasiswa yang tergabung dalam PMII Sumenep bergeser ke gedung dewan. Mereka melempari gedung dewan dengan menggunakan telur busuk.
Usai melempari telur busuk yang diarahkan ke Papan Nama Gedung Dewan dan atapnya, mereka membubarkan diri dengan pengawalan aparat kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




