Dahlan Iskan
Oleh: Dahlan Iskan
Inilah hasil evaluasi saya tentang tahun 2017: Tuhan sangat sayang kita. Sayang Indonesia. Apa tandanya?
BACA JUGA:
- Dahlan Iskan Kunjungi Kota Pudak, Wakil Bupati Gresik Jabarkan Pelbagai Potensi Lokal
- Mabes Polri Hentikan Kasus Dahlan Iskan, Ini Kata Kuasa Hukumnya
- Kontroversi Dahlan Iskan Tersangka, Dr. Hufron: Penyidik Harus Cermat, Menyangkut Nasib Orang
- Ruwatan Negara 2025 Usung Tema Indonesia Mercusuar Perdamaian, Panitia Sowan ke Dahlan Iskan
Pertama, tidak ada kemarau panjang selama tahun lalu. Bahkan sudah selama tiga tahun terakhir. Produksi beras melimpah. Petani tenang, ayem, tentrem. Bisa panen tiga kali setahun, bahkan ada yang empat kali. Harga bahan makanan pokok stabil. Stabil-rendah.
Kedua, harga minyak mentah dunia begitu rendahnya tahun lalu. Hanya sekitar 50 dolar per barrel. Pemerintah tidak mensubsidi BBM pun harga BBM stabil. Stabil-rendah.
Bayangkan misalnya kalau tahun lalu terjadi kemarau panjang. Terutama di saat ekonomi agak lesu seperti itu. Tidak mustahil kalau harga pangan tidak terkendali. Lalu impor pangan terjadi besar-besaran. Jadi isu politik, lalu gonjang-ganjing.
Bayangkan juga kalau harga minyak mentah dunia tinggi. Tidak usahlah sampai 100 dolar per barel seperti lima tahun lalu. Kalau saja tahun lalu harga minyak mentah sampai 85 dolar per barel, bisa kita bayangkan sulitnya negara. Terutama di saat APBN begitu ketatnya yang disebabkan penerimaan pajak begitu beratnya. Di saat pembangunan infrastruktur begitu digenjotnya, saya ngeri membayangkannya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




