Dua petugas Satpol disiagakan di pintu masuk ruang Komisi I DPRD Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Hearing yang digelar Komisi I DPRD Gresik dengan agenda mempertanyakan kunjungan Bupati Sambari bersama 119 rombongan ke Malaysia akhirnya digelar, Kamis (24/11/2017).
Namun, hearing tersebut digelar tertutup untuk media. Pantauan di lokasi, di depan pintu masuk Komisi I ada dua petugas Satpol PP yang berjaga. Para wartawan yang menunggu sejak pagi pun kecewa lantaran tak bisa meliput langsung jalannya hearing tersebut.
BACA JUGA:
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
"Baru kali ini DPRD Gresik melakukan hearing dengan eksekutif dengan model penjagaan ketat petugas Satpol PP," cetus salah satu wartawan.
Hearing pun molor dari yang dijadwalkan. Sedianya hearing digelar pukul 09.00, namun baru dimulai pukul 10.00 WIB.
Bahkan, ternyata yang dibahas dalam hearing itu bukan soal gathering, melainkan soal RAPBD 2018.
Sejumlah pejabat yang datang juga terkesan irit bicara saat dikonfirmasi wartawan. Mereka di antaranya Kepala BKD M. Nadlif, Kepala Inspektorat Hari Suryono, serta Sekkab Kng. Djoko Sulistio Hadi.

(Wartawan hanya bisa memantau dari luar ruangan)
Hari Suryono yang ditunjuk sebagai jubir (juru bicara) usai hearing mengungkapkan bahwa gathering Bupati bersama rombongan pejabat sudah mendapatkan izin dari Gubernur Jatim Soekarwo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




