Acara Kopri PMII di UINSA Surabaya tetap digelar meski harus pindah tempat. foto: istimewa
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Acara Talkshow Sekolah Kader Kopri (SKK) PKC PMII Jawa Timur 2017 di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang rencananya menghadirkan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa heboh. Ini gara-gara Rektor UINSA Prof Dr Abd A’la dikabarkan melarang acara yang dihadiri sekitar 300 orang peserta tersebut.
”Iya Pak A’la melarang karena dianggap berbau politik,” kata Choirunnisa Izzati, ketua panitia acara tersebut kepada bangsaonline.com, Sabtu (11/11/2017). Menurut dia, rektor asli Sumenep Madura itu melarang karena acara ini mengundang calon Gubernur Jawa Timur, meski sebenarnya acara ini terkait dengan peningkatan mutu kader PMII.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
Ketika bangsaonline.com bertanya dari mana Choirunnisa tahu ada larangan itu ia menjawab dari chat di WA. “Kan di jajaran dekan ada grup WA,” katanya.
Choirunnisa menjelaskan bahwa pihak rektorat bukan hanya melarang, tapi juga tidak memperbolehkan pakai auditorium milik UINSA. Semula pihak rektorat beralasan karena pada Sabtu-Minggu auditorium itu dipakai wisuda. Tapi setelah dipastikan bahwa pada Sabtu tanggal 11 November itu tak ada wisuda, ternyata juga tetap tak diperbolehkan.
Bahkan, menurut Choirunnisa, pihak UINSA kemudian mematikan listrik sehingga auditorium itu tak bisa ditempati. Ketika ditanya tahu dari mana bahwa pihak UINSA yang sengaja mematikan listrik, Choirunnisa mengaku tahu dari pihak teknisi. "Saya kan tanya," katanya.
Nafisah Qudsiyah, Ketua Kopri PMII Putri Jawa Timur kepada bangsaonline.com mengaku kecewa dengan sikap Rektor UINSA yang melarang acara PMII.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




