Petugas saat mengecek stok pupuk. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Manajer Humas Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan F memastikan tidak akan terjadi kelangkaan pupuk menjelang maupun saat musim tanam.
"Jadi bukan kelangkaan tapi kekurangan pupuk," ujar Ihwan kepada wartawan di sela-sela apresiasi karya jurnalistik 2017 di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik, Rabu (8/11/2017).
BACA JUGA:
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
- Gelar Safari Ramadhan, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk Masjid dan Ponpes
Menurut Ihwan, fakta yang terjadi bahwa kekurangan pupuk saat musim tanam karena kebutuhan pupuk petani dengan tugas yang diberikan pemerintah terhadap perusahaan pupuk lebih banyak yang dibutuhkan.
Sebagai contoh, usulan dari kelompok tani (poktan) atau kebutuhan riil pupuk petani tahun 2017 sebanyak 13,18 juta ton, tapi pagu anggaran yang disahkan oleh DPR RI untuk pupuk subsidi hanya cukup untuk 9,55 juta ton.
Nah, dari pagu sebanyak itu, alokasi yang harus dipenuhi oleh PG sebanyak 4.937.849 ton atau lebih dari 50 persennya.
Sementara untuk distribusi pupuk subsidi yang telah disalurkan PG per tanggal 7 November 2017 lalu sudah menyalurkan 3.908.685 ton. "Jumlah ini di atas syarat minimun pemerintah," jlntrehnya.
Dia juga mengungkapkan munculnya permasalahan yang sering ditemukan di lapangan. Misalnya, masih ditemukan petani yang belum masuk dalam kelompok tani, sehingga mereka tidak mendapatkan pupuk.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




