Para pelajar MTs NU Sidomukti mengenakan sarung saat sekolah. SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ada pemandangan berbeda dari siswa-siswi MTs NU Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Senin (23/10/2017). Mereka sekolah tidak mengenakan seragam seperti biasanya, melainkan menggunakan sarung, baju koko, kopiah dan sandal.
Belakangan diketahui, mereka berpakaian ala santri itu ternyata dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017.
BACA JUGA:
- Isi Kekosongan, Bupati Gresik Lantik 55 Kepala Sekolah: Titip Sekolah Ramah Anak
- Apel Akbar HSN Amanatul Ummah Dihadiri Tiga Syaikh Mesir, Kiai Asep: Sejarawan Kiri Gelapkan Sejarah
- Bupati Pamekasan Ajak Santri Jadi Penggerak Peradaban di Upacara Hari Santri 2025
- Besok Pagi, PP Amanatul Ummah Apel Akbar Hari Santri, Ini Kata Menteri Desa dan PDT RI
Kepala Sekolah MTs NU Sidomukti Muhammad Nasik mengatakan, selain HSN, sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Gresik itu memang membudayakan siswanya berpakaian ala pesantren, terutama saat peringatan hari besar Islam dan bulan Ramadhan.
"Ini bagian dari ikhtiar kami untuk melestarikan budaya pesantren," jelasnya
Pihak sekolah sengaja mewajibkan anak didiknya memakai pakaian ala santri di hari aktif sekolah karena menginginkan anak didiknya bisa menjiwai sikap dan akhlaq para santri.
"Suasana di dalam kelas layaknya suasana di pondok pesantren, lantaran para guru dan pelajar putra maupun putri mengenakan pakaian ala pesantren," papar Abdul Musnawawi, salah satu siswa. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




