GRESIK, BANGSAONLINE.com - Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya melakukan kunjungan ke kawasan Polowijo Gosari yang berlokasi di Kecamatan Panceng, Gresik, Jumat (28/7/2017). Lokasi tersebut rencananya akan diusulkan untuk menjadi sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Kabupaten Gresik.
Arief Yahya menyatakan, kunjungannya ke Polowijo Gosari untuk meninjau apakah pantas atau tidak Polowijo Gosari dijadikan KEK. “Polowijo Gosari ini kami tinjau, kami lihat dulu keunggulannya. Sehingga, nanti hasilnya didapati pantas atau tidak dijadikan KEK,” ujarnya.
BACA JUGA:
- Kapolres Gresik Pastikan Keamanan Wisata Pantai Dalegan saat Libur Lebaran 2026
- Wakil Bupati Gresik Resmikan Wisata Endel Park Golokan
- Satpolairud Polres Gresik Perketat Pengamanan Wisata Pantai Dalegan saat Libur Nataru 2025/2026
- Plt Bupati Gresik Terima Kunjungan Kepala DPMPTSP Jatim dan Perwakilan Bank Indonesia
Hal ini dilakukan karena kawasan yang diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, harus memenuhi 14 persyaratan. Di antaranya adalah tanah clear and clean, calon investor, insfrastruktur, tata ruang dan lainnya.\
“Di Jawa Timur ada dua (KEK, red), Trenggalek dan Kabupaten Malang. Sedangkan untuk kawasan Polowijo harus memenuhi 14 persyaratan agar bisa diusulkan menjadi KEK,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Jawa Timur mempunyai kawasan destinasi wisata dan menjadi kawasan prioritas wisata yakni Bromo, Tengger dan Semeru. Tiga destinasi wisata tersebut saat ini menjadi Ikon andalan wisata di Jawa Timur.
Kunjungan Menpar tersebut selain dihadiri oleh CEO Polowijo Gosari Achmad Djauhar Arifin, juga Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur Dr. H. Jarianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gresik Drs. Mighfar Syukur serta Kabag Humas dan Prtokol Pemkab Gresik Suyono. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




