Wakil Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto (kiri) dan Sekda Maidi saat menikmati pecel. foto: HENDRO/ BANGSAONLINE
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Madiun berkomitmen meningkatkan brand pecel sebagai makanan khas Kota Madiun. Untuk itu, pemkot menggelar festival makanan khas Jawa Timur di Kota Madiun bertempat di Alun-alun Madiun, Kamis (6/7).
Wakil Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto mengatakan, festival makanan khas Jatim dengan menu utama pecel ini sengaja digelar untuk menciptakan kreasi maupun inovasi dari kuliner khas Madiun. Apalagi, tuntutan masyarakat terhadap kuliner Madiun kian meningkat.
BACA JUGA:
- Semarakkan Acara Babe, Disdagkopum Madiun Gelar Sembako Murah dan Bazar UMKM di Desa Bodag
- Kontraktor Keluhkan Pembayaran Proyek PT INKA Madiun Belum Lunas, Tersisa Rp100 Juta
- 513 Rumah Warga Madiun Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Program BPBL Seruni KMP Bidang IV
- Autodebit JKN Jadi Solusi Praktis Jaga Kepesertaan Tetap Aktif
"Memang sih Kota Madiun sudah memiliki brand terkait pecelnya. Tapi tuntutan masyarakat itu kan mereka tidak hanya ingin pecel biasa tapi bentuk kreasi lainnya," ungkap Sugeng.
Sugeng menjelaskan, saat ini makanan pecel tidak hanya ada di Madiun, tetapi juga ada di beberapa daerah lain di Jawa Timur, seperti Blitar dan Kediri. Karena itu, ia menyarankan para pengusaha kuliner membuat makanan khas tersendiri seperti sandwich dan sushi berbahan dasar pecel.
"Ini adalah upaya mengkreasikan makanan yang bahan intinya ya pecel," imbuhnya.
Festival makanan khas Jatim diikuti delapan peserta dari sejumlah hotel, resto dan katering di Kota Madiun. Kuliner yang diperlombakan dalam festival tersebut, yakni ayam ronggo jumeno, oseng-oseng kulit mlinjo plus pecel bakar. Selanjutnya iga bakar bumbu kecap, mie tepo goreng pecel, dawet campur, sandwich pecel, ayam lodo, dan ayam serabut. (hen/rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




