Camat Jatirogo, Moch Nawawi.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Camat Jatirogo, Tuban, Mochamad Nawawi, meragukan angka kemiskinan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di wilayah yang dipimpinnya. Menurutnya, data yang dikeluarkan oleh BPS tidak sesuai realita di lapangan.
"Kami siap untuk mengevaluasi keakuratan data kemiskinan di wilayah Jatirogo," kata Nawawi saat ditemui BANGSAONLINE.com, Rabu (5/7).
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
Untuk mengecek keakuratan data kemiskinan itu, pihaknya akan menyandingkan data yang dikeluarkan BPS dengan data berbasis terpadu. "Kemudian tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKKD) dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEPDA) menindaklanjuti daerah termiskin di wilayah kecamatan. Di situ nantinya akan saling mengkroscek kebenaran dan kevalidan angka kemiskinan disuati daerah," ujarnya.
"Sampai saat ini, tim dari desa dan kecamatan sudah cek lapangan by name by address. Nantinya akan terlihat siapa saja yang miskin dan siapa saja yang sudah mampu," jelasnya.
Kata Nawawi, saat ini pihaknya sudah mengevaluasi beberapa data dari BPS. "Ternyata jumlah angka kemiskinan berbeda dengan data yang keluar dari BPS," klaimnya.
"Data kemiskinan yang disampaikan berdasar by name dan address ada yang sudah meninggal. Adapula taraf kehidupan di Jatirogo tidak ada di bawah 300 ribu. Dari temuan ini kami menyimpulkan masih kurang tepat data yang dikeluarkan oleh BPS tersebut," papar mantan Sekretaris Dinsos dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




