Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar Ahmad Husein saat membuka Workshop Pengelolaan Keuangan Parpol. foto: AKINA/ BANGSAONLINE
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Bertempat di gedung perdana kantor Pemkab Blitar, puluhan fungsionaris partai politik di Kabupaten Blitar mengikuti workshop pengelolaan keuangan, yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar, Rabu (03/05) pagi.
Dalam sambutan pembukaan, kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar Ahmad Husein mengatakan, tujuan dari workshop tersebut adalah untuk memberikan bekal dan pedoman pengelolaan keuangan yang bersumber dari APBD. Serta, meningkatkan pemahaman pengurus Parpol terkait penggunaan anggaran agar lebih tertib administratif.
BACA JUGA:
- Tanggapi Pernyataan KPU Blitar, LSI Denny JA Klaim Kredibel dan Terdaftar di Bakesbangpol
- Spanduk Tolak Deklarasi #2019gantipresiden Terpasang di Kota Blitar
- Tingkatkan Partisipasi, Bakesbangpol Kabupaten Blitar Gelar Pendidikan Politik Pemilih Perempuan
- Bakesbangpol Blitar Imbau Ormas dan LSM Blitar Terapkan UU 17/2013
"Utamanya dalam menyusun laporan pertanggungjawaban bantuan keuangan yang diperoleh dari APBD," tutur Ahmad Husein.
Lanjut Ahmad Husein, pihaknya mengapresiasi para fungsionaris Parpol yang hadir untuk mengikuti workshop. Karena menurutnya, workshop tersebut sangatlah penting guna mewujudkan tertib administrasi Parpol. Mengingat tidak semua fungsionaris Parpol memiliki kemampuan dan pemahaman yang sama terkait pengelolaan keuangan. Sehingga, ke depan dengan mengikuti workshop, fungsionaris parpol bisa benar-benar memahami pengelolaan keuangan yang bersumber dari APBD. Baik penyaluran, penggunaan, dan pengelolaan dana yang diterima.
"Pemahanan mulai dari hal terkecil sampai yang besar memang perlu diberikan. Karena anggaran untuk Parpol ini kan memang sudah disebutkan peruntukannya, mana yang boleh menggunakan anggaran dari APBD mana yang tidak," kata Husein.
Lebih lanjut Husein mengatakan, jika semua sudah memahami pengelolaan keuangan nantinya juga bisa menekan adanya kesalahan saat menyusun laporan pertanggungjawaban. Terutama saat dilakukan audit.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




