Rapat pengusaha wisata bersama Disbudpar di Hotel Ketapang Indah.
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi benar-benar all out memasarkan wisatanya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), memproyeksikan pengusaha homestay bisa go digital sebagai media marketing. Melalui program itu, Disbudpar menargetkan akan ada 1.000 homestay yang go digital, guna menunjang semua destinasi yang ada di Banyuwangi.
Program ini, mulai disosialisasikan, Senin (23/1) melalui rapat koordinasi yang digelar di meeting room Hotel Ketapang Indah Banyuwangi. Rapat ini sebagai ajang pencerahan kepada para pengusaha tempat wisata tetang bagaimana memahami konteks wacana pariwisata melalui pendirian homestay dan go digital, yang akan dijadikan sebagai salah satu media merketing terpopuler di Kabupaten Banyuwangi.
BACA JUGA:
- Remaja yang Dilaporkan Hilang di Puncak Ijen, Ternyata Ditinggal Temannya
- Gagal Nyalip Truk, Motor yang Dikemudikan Ibu di Banyuwangi Alami Laka hingga Tewaskan 1 Anak
- Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Bendungan Sungai Baru Banyuwangi
- Heboh Kambing Lahir Bermata Satu di Banyuwangi, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kepala Disbudpar Banyuwangi M Yanuarto Bramuda menyampaikan, Banyuwangi saat ini menjadi rujukan kabupaten-kabupaten lain seluruh Indonesia untuk melakukan studi banding, dalam rangka membangun ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengembangan destinasi pariwisata.
Malahan, saat ini Banyuwangi sudah menutup perizinan Indomart dan Alfamart baru. Sebagai gantinya, Banyuwangi sedang merencanakan mendirikan Wangi Mart yang diharapkan bisa menjadi etalase pemasaran dari prodak lokal Banyuwangi.
"Harapan kami, semoga hasil rancangan peningkatan pariwisata ini, bisa menjadi contoh untuk kabupaten kabupaten lain agar diterapkan di daearahnya masing masing," terangya. (gda/rus)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




