Kantor PCNU Gresik, di Jl Bunder. foto: syuhud/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Sejumlah kalangan menyayangkan belum ditunjuknya Sekretaris PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Gresik oleh PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) pasca Konfercab (konferensi cabang) 22 Agustus 2016, lalu.
Kabarnya, belum ditunjuknya sekretaris PCNU ini karena dipicu tarik ulur kepentingan. "Ada kepentingan salah satu petinggi di Pemkab Gresik sehingga mengakibatkan sekretaris PCNU Gresik tidak kunjung ditetapkan," kata salah satu tokoh muda PCNU Kabupaten Gresik tanpa menyebutkan nama petinggi Pemkab Gresik dimaksud, ketika dihubungi BANGSAONLINE, Selasa (22/11) pagi ini.
Menurut dia, salah satu petinggi di Pemkab Gresik ini ingin mencampuri otoritas penuh Rais Syuriah - Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik terpilih, KH. Mahfudz Ma'sum - KH. Khusnan Ali dalam penyusunan pengurus PCNU Gresik periode 2016-2021.
Kondisi ini, kata dia, membuat kegaduhan dalam penyusunan susunan pengurus PCNU Gresik. Terlebih, dalam penentuan sekretaris.
Tokoh muda PCNU Gresik tersebut juga mengungkapkan bahwa hal ini membuat PWNU dan PBNU kebingungan. Sebab, salah satu petinggi Pemkab Gresik tersebut bolak-balik menyodorkan nama kandidat Sekretaris PCNU.
Awalnya, menyodorkan nama Dr. Abdul Kholiq, lalu Ainur Rofiq. Kemudian, diganti lagi menjadi Nanang dan terakhir ganti lagi menjadi Syaikhu Busiri. "Kondisi inilah yang membuat kegaduhan," cetusnya.






