Bupati Gresik Sambari ketika memimpin rapat anggaran. foto: syuhud/ BANGSAONLINE
GRESIK-BANGSAONLINE.com - Diakui atau tidak, kekompakan pejabat di lingkup Pemkab Gresik di bawah komando SQ (Sambari Halim Radianto-Moh.Qosim) dalam menjalankan program masih rapuh.
Bahkan, mereka terkesan jalan sendiri-sendiri. Fakta ini merupakan salah satu indikator yang membuat Pemkab Gresik akhir-akhir ini gagal menyabet sejumlah penghargaan, seperti Adipura.
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
Sisi lain, kurang kompaknya pejabat dalam menjalankan program, mengakibatkan sejumlah program prioritas SQ, tidak bisa berjalan mulus. Misalnya, program pengurangan angka pengangguran dan angka kemiskinan.
"Kami akui sejumlah pejabat pemangku SKPD (satuan kerja perangkat daerah) masih jalan sendiri dalam menjalankan program," kata salah satu pejabat eselon II kepada bangsaonline.com, Kamis (13/10/2016).
Menurut pejabat tersebut, dalam penanganan sejumlah program, misalnya pelatihan ketenaga kerjaan, tidak hanya dilakukan oleh satu SKPD. Namun, sejumlah SKPD juga menangani. Di antaranya, Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi), Diskop UKM dan Perindag (Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah), bahkan Dinsos (Dinas Sosial) juga menangani pelatihan ketenagakerjaaan.
Konsekuensinya, tiga SKPD tersebut setiap pembahasan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) maupun APBD-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan) sama-sama mengajukan anggaran dengan porsi besar. "Sehingga terkesan ada tumpang tindih program dan dobel anggaran," ungkap pejabat tersebut.
Untuk Disnakertrans dalam menangani pengangguran membuat program pelatihan para pencari kerja. Diskop UKM dan Perindag lakukan pembinaan skill masyarakat agar bisa mandiri seperti membuat usaha dan lainnya. Sedangkan, Dinsos lakukan pembinaan warga tidak mampu dengan memberikan pelatihan menjahit dan lainnya agar mereka bisa mendapatkan pengahasilan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




