?Bu Karwo memberi penjelasan tentang produk Dekranasda Jatim kepada Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono ketika mengunjungi stan dekranasda Jatim. foto:humas untuk BANGSAONLINE
SURABAYA (bangsaonline) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Deskranasda) Jatim Dra Hj Nina Soekarwo MSi menegaskan, menghadapi Pasar Bebas tahun 2015, Jatim akan menyiapkan perajin terlatih agar mampu bersaing menciptakan produk barang dan jasa dari negara lainnya.
Ia menuturkan, dalam menghadapi pasar bebas arus barang dan jasa bisa diperdagangkan secara terbuka. Untuk itu, peningkatan skill, kemampuan dan kompetensi perajin. Maka peran Deskranasda Jatim mutlak diperlukan.
BACA JUGA:
- Pengurus Dekranasda Dikukuhkan, Wali Kota Pasuruan Minta Jadi Motor Penguatan UMKM dan Ekraf
- Bupati, Wabup dan Ketua DPRD Gresik Peragakan Busana di Dekranasda Fest 2025
- Eriana Annisa Hanindhito Berencana Hadirkan Fasilitas Rumah Kemasan bagi Pelaku UKM
- Siti Faujiyah Nurochman Resmi Dilantik Sebagai Ketua Dekranasda Kota Batu Periode 2025-2030
“Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada perajin akan mampu menciptakan serta menghasilkan produk barang dan jasa dengan kualitas yang tidak kalah dengan negara lain. Sebagai contoh, jika produk yang dihasilkan diberikan kemasan yang menarik maka akan menjadi daya tarik dari konsumen,” urai Bude Karwo, sapaan Nina.
Ia menjelaskan, selain kualitas SDM yang menjadi perhatian dari Deskranasda Jatim menghadapi pasar bebas adalah menitik beratkan pada kualitas barang dan jasa hasil perajin. "Tantangan ke depan menghadapi pasar bebas sangat berat, semoga kita bisa bersaing dengan berbagai cara yang memberikan perhatian lebih kepada perajin untuk tumbuh dan berkembang," ungkapnya.
Setelah kualitas barang dan jasa sudah terjaga dengan baik, juga memfokuskan agar harga yang dipasarkan tidak terlalu mahal. Harga yang terlalu mahal akan mempengaruhi penjualan produk yang dihasilkan.
"Biasanya, jika produknya laris dan terjual habis, ketika ada permintaan selanjunya biasanya harga barang akan ditingkatkan atau dinaikkan 2-4 kali lipat dibandingkan dengan harga normal. Ini yang menyebabkan, perajin kita kalah dipasaran karena tidak konsisten di harga," tegasnya.
Bude Karwo sangat yakin jika kualitas, konsistensi harga hingga inovasi dan kreatifitas produk yang dihasilkan oleh perajin tetap konsisten maka Jatim dapat bersaing di dalam maupun di luar negeri. "Eropa banyak memiliki kerajinan bordir yang bagus. Akan tetapi, saya yakin kerajinan bordir dari daerah daerah yang ada di Indonesia tidak kalah dengan Eropa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




