Wisata pantai Delegan di Kecamatan Panceng, salah satu wisata andalan warga Kabupaten Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Jebloknya PD (Pendapatan Daerah) Pemkab Gresik dari sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) di APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2016 terus menjadi gunjingan. Khususnya kalangan elite politisi baik di jajaran partai maupun DPRD Gresik.
Mereka meragukan janji-janji yang kerap dilontarkan pasangan Bupati-Wabup SQ (Sambari Halim Radainto-Moh. Qoisim) ketika kampanye pada Pilkada (pemilihan kepala daerah) Desember 2015, lalu.
BACA JUGA:
- Lampu Merah dari KPK: Ketua Komisi II DPRD Gresik Sebut Pokir Baru Bisa Jalan Lewat APBD-P
- Wakil Ketua DPRD Gresik Sebut RAPBD 2026 Diproyeksikan Rp3,3 T, Belanja Rp3,4 Triliun
- DPRD Gresik Antisipasi Pemangkasan Dana Transfer Rp539 Miliar di APBD 2026
- DPRD Gresik Dorong OPD Maksimalkan Serapan APBD 2025
Sebab, Sambari-Qosim saat kampanye menggembar-gemborkan APBD Gresik di akhir jabatan mereka pada tahun 2021 nanti bisa tembus hingga Rp 7 triliun. Bahkan, bisa hingga Rp 8 triliun.
"Sangat diragukan janji itu bisa diwujudkan kalau melihat kondisi pendapatan Gresik yang jeblok seperti saat ini. APBD 2021 bisa tembus Rp 7-8 triliun itu hanya angan-angan," kata Nur Rahmat, warga Kecamatan Kebomas, Selasa (23/8).
Pernyataan masyarakat tersebut sama dengan apa yang dirasakan oleh para poitisi di DPRD Gresik.
Anggota FPAN DPRD Gresik, Mustajab misalnya, dia juga meragukan kemampuan Sambari-Qosim bisa mewujudkan APBD Gresik hingga Rp 8 Triliun hingga akhir masa jabatannya.
Hal itu tampak saat DPRD Gresik membahas RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangan Menengah Daerah) Kabupaten Gresik 2016-2021. SQ selama lima tahun menjabat tidak memiliki keberanian mematok APBD Gresik hingga tahun 2021 mencapai Rp 7 triliun. Yakni, cuma berani mematok Rp 6,5 triliun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




