GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemkab Gresik terus berupaya menanggulangi kemiskinan dengan berbagai cara. Kamis (2/6), Pemkab mengumpulkan sebanyak 393 warga di 93 desa yang terbagi di 18 kecamatan di se-Kabupaten Gresik, di ruang Mandala Bhakti Praja.
Mereka akan mendapat bantuan renovasi (bedah) rumah, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar layak huni.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
“Total anggaran yang akan dikucurkan oleh pemerintah sebesar Rp 5 miliar untuk merenovasi 393 rumah. Dan dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Gresik, Ir. Bambang Isdianto.
Dia menjelaskan, rumah yang akan menerima bantuan berupa renovasi, adalah rumah yang sesuai dengan indikator. Di antaranya yakni apabila rumah tersebut tidak memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup, lantai rumah masih berupa tanah dan tidak mempunyai dinding yang permanen.
Sementara Kasi Permukiman Dinas PU, Hari Prasetyo menyatakan bahwa nantinya dana tersebut akan diserahkan kepada panitia pelaksana pemugaran yang dibentuk oleh desa masing-masing.
“Tujuannya, agar dana tersebut dapat terealisasi dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” katanya.
Dijelakan dia, nantinya proses pencairan dana akan melalui panitia pelaksana yang dibentuk oleh desa. Mereka nantinya mengajukan permohonan kepada Bupati Gresik melalui DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah).
“Setelah semua berkas dan persyaratan admnistrasi sudah terpenuhi, maka dapat dilakukan pencairan,” pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




