Ketua RT/RW se-Kabupaten Gresik saat ikuti pembekalan. foto: syuhud/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Maraknya kasus kejahatan seksual akhir-akhir ini menyita perhatian Pemkab Gresik. Saat Pembinaan dan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan yang diikuti semua ketua RT dan RW, di ruang Mandala Bhakti Praja, Senin (23/5), Wabup, Moh.Qosim, mengingatkan berbagai kejadian penyimpangan seksual yang terjadi di tanah air serta angka aborsi di Indonesia mencapai 2,5 juta kasus.
"Kami mengingatkan semua Ketua RT dan RW di Kabupaten Gresik untuk menjaga lingkungannya," katanya.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
“Anda sebagai pemimpin serta tokoh masyarakat di wilayah desa dan kelurahan, tentu harus selalu mewaswaspadai dengan keberadaan anak-anak dan remaja," sambungnya.
Menurut dia, mengacu kasus yang telah terjadi, para remaja dan anak-anak adalah yang paling rentan terhadap kasus kejahatan seksual. “Banyak kasus yang pelaku serta korbannya adalah anak yang masih di bawah umur," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wabup juga memberikan angin segar kepada para Ketua RT dan RW. “Tahun mendatang, kami akan mengupayakan untuk menaikkan honor para Ketua RT dan RW se Kabupaten Gresik. Semoga bisa naik seratus persen," harapnya.
Wabup menyatakan, selaku pemerintah, dia meminta maaf karena tidak bisa memberikan honor lebih banyak. “Karena setiap sedikit kenaikan akan menaikkan anggaran bermiliar-miliar rupiah," jelasnya.
Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemkab Gresik, Agus Budiono mengatakan, bahwa honor ketua RT/RW saat ini sebesar Rp 500 ribu per tahun dengan jumlah RT RW sebanyak 7.957.
"Dengan honor itu, maka dana yang dianggarkan sekitar Rp 40 miliar pertahun," katanya.
”Kalau nanti pada tahun 2017 naik seratus persen, maka tinggal dikalikan dua dari anggaran yang sekarang," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




