Pengurus Muhammadiyah, Pengurus Aisyiyah Sidoarjo pose bersama dengan Wabup Sidoarjo usai pelantikan, di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (5/5). foto: musta'in/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo diharapkan bisa berinovasi sesuai kehidupan sosial masyarakat Sidoarjo. Organisasi Muhammadiyah harus bisa mengikuti perkembangan zaman.
Inovasi itu misalnya dalam pembentukan struktur pengurus tingkat cabang (kecamatan) dan ranting (desa) tidak harus berbasis linier kecamatan dan desa, tapi bisa berbasis sektoral, misalnya kawasan industri tertentu di Sidoarjo.
BACA JUGA:
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- NU Awali Puasa Ramadan Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026, Apa Dasarnya
- Wakil Bupati Gresik Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Bawean
- Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina
Harapan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari saat menghadiri Pelantikan Bersama PDM Sidoarjo, PD Aisyiyah Sidoarjo periode 2016-2021 dan PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidoarjo, di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (5/5).
"Misalnya struktur cabang dan ranting tak harus linier kecamatan dan ranting , tapi dimungkinkan berbasis sektoral misalnya kawasan industri tertentu yang ada di Sidoarjo ,” ungkap Hajriyanto Y Thohari kepada wartawan sembari mengatakan bahwa itu perlu dilakukan agar Muhammadiyah mampu mengikuti dinamika sosial yang terjadi. Menurut dia, hal itu memungkinkan karena di beberapa tempat sudah ada contoh seperti di Batam dan Tangerang.
Dalam kegiatan ini, ia melantik ketua PDM Sidoarjo terpilih Masyhud SM, Ketua PD Aisyiyah terpilih ST Zubaidah dan Ketua PC IMM terpilih Shalahuddin Al Ayubi.
Sementara Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menilai organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Aisyiyah dan IMM sebagai institusi strategis dalam proses pembangunan Sidoarjo.
”Salah satu faktor kunci pembangunan Sidoarjo untuk mewujudkan Sidoarjo yang inovatif, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan adalah kerjasama dan partispasi ormas keagamaan," cetus Wabup Nur.
Ia mengatakan, keberadaan ormas keagamaan memiliki peran strategis tidak hanya wadah kegiatan sosial keagamaan tapi proaktif melakukan pembinaan masyarakat menuju kehidupan lebih baik.
Selain pelantikan juga digelar rangkaian kegiatan seperti pawai TK Aisyiyah Bustanul Athfal se-Sidoarjo, bazar UMKM Muhammadiyah, Aisyiyah, Amal usaha Muhammadiyah serta konfigurasi kata ”Bangga Muhammadiyah ” di Alun Alun Sidoarjo yang dilaksanakan oleh SMA Muhammadiyah se-Sidoarjo. (sta)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




