NGANJUK, BANGSAONLINE.COM - Sejak istrinya meninggal sekitar tujuh tahun yang lalu, Tukijan (70) warga Desa Gemenggeng Kecamatan Pace yang tidak memiliki pekerjaan tetap bersama anaknya Siti Zulaikah (14) siswi MTSN NU Joho Pace setiap hari harus rela tidur di kandang kambing.
Hal ini dilakukan karena duda dengan satu anak ini sudah tidak mampu lagi membangun rumah, karena himpitan ekonomi.
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
Tukijan yang tidak memiliki pekerjaan tetap hanya sebagai buruh tani ini, penghasilannya untuk makan saja masih serba kekurangan. Bahkan saat anaknya masih kecil, saat dia bekerja di sawah, anaknya selalu diajak karena tidak ada yang mengasuhnya.
Kandang kambing yang berukuran 4x4 ini oleh Tukijan sengaja dibuat tingkat, di bagian atas kandang kambing miliknya disekat dengan bambu sehingga dapat dipergunakan tidur bersama putrinya.
Gigitan nyamuk dan bau kencing kambing sudah menjadi hal yang biasa sehingga mereka sudah tidak memperdulikan lagi. Sementara untuk memasak dia membuat pawon (tungku api) dari tatanan batu bata, di samping kadang kambing miliknya.
Sebenarnya dirinya dulu juga memiliki rumah, rumah miliknya diminta oleh istri ke duanya karena dulunya dibangun ditanah pekarangan milik mantan istrinya.
”Sebenaranya dulu kami juga memiliki rumah walaupun sederhana, tetapi rumah kami dimunta mantan istri ke dua kami,” jelas Tukijan Selasa (26/4) kepada BANGSAONLINE.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




