KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri hingga akhir bulan kemarin tingkat transaksi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium mengalami deflasi (penurunan).
Sesuai data yang dihimpun, transaksi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di sederetan stasiun pengisian bahan umum (SPBU) Kota Kediri cukup lesu di banding pada bulan yang sama pada tahun-tahun kemarin. Sesuai catatan akhir Februari bulan kemarin angka transaksi mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0 koma 47 persen. Penurunan volume transaksi ini ada beberapa faktor, di antaranya karena masyarakat berhemat dan karena ada penurunan harga BBM oleh pemerintah.
BACA JUGA:
- TPA Sekoto Rawan Overload, DLH Kabupaten Kediri Usulkan Dua TPST Berteknologi RDF
- CJH Tertua 105 Tahun Berangkat ke Tanah Suci, Bupati Kediri Titip Pesan Saling Jaga
- Sengketa Proyek Griya Keraton Sambirejo Berlanjut ke Arbitrase
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
Kasi Distribusi Badan Pusat Statistik Kota Kediri Lulus Hariyano mengatakan, pada akhir bulan februari kemarin agak berbeda. Biasanya terjadi inflasi tetapi kali ini deflasi. Artinya ketersediaan barang yang ada lebih banyak dibanding permintaan masyarakat.
“Meskipun demikian pergerakan inflasi dan deflasi di Kota Kediri cenderung stabil bila dibandingkan dengan daerah lainnya,” ujar Lulus Hariyano.
Seperti di SPBU Semampir Kota Kediri mislanya, jumlah konsumen yang mengisi bensin disini cukup sepi. Biasanya dalam satu DO sekitar 8 kilo liter bisa habis tiga hari, namun belakangan ini molor menjadi empat hari. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




