Adhyaksa Dault
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Untuk menyelesaikan persoalan kawasan Kalijodo, Adhyaksa Dault meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar belajar dari Pemerintah Kota Surabaya dalam menertibkan Kawasan Dolly.
Ia menyatakan tidak ingin penertiban tersebut dilakukan dengan cara-cara kekerasan ala preman. Oleh karena itu, sebelum ditertibkan hendaknya melakukan pendekatan terlebih dahulu.
BACA JUGA:
- Kebakaran Hebat di Pancoran Jaksel Hanguskan Puluhan Rumah dan Lapak Milik Warga
- Jadwal Imsakiyah 6 Maret 2025 untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya
- Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Kerja Sama dalam Reforma Agraria di Asia Land Forum 2025
- Tak Khawatirkan Deforestasi, Organisasi Lingkungan Sebut Prabowo Antisains
"Negara tidak boleh jadi preman, mereka ini bukan penjahat, jangan lagi ada tentara bawa senjata, jangan sampai jatuh korban," kata Adhyaksa kepada wartawan, di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarya Pusat, Jumat (12/2) kemarin.
Selain itu, Menpora era SBY ini juga menyarankan, agar Pemprov DKI tidak hanya agresif melakukan relokasi. "Mereka itu tidak bisa hanya direlokasi, dipaksa pindahkan. Karena, banyak masyarakat di situ yang sudah menggantungkan hidupnya puluhan tahun," tegasnya.
Adhyaksa mencontohkan bagaimana pemerintah Surabaya saat merelokasi tempat prostitusi dolly yang dikenal sebagai tempat esek-esek terbesar di Asia. "Waktu itu Surabaya sangat mencekam, ketegangan terjadi di mana-mana. Tapi Pemkot Surabaya bisa menertibkan Dolly tanpa ada satu pun korban yang jatuh," katanya.
Karena itu, kembali ia menyarankan agar pihak terkait, termasuk beberapa Kementerian dan lembaga ikut membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat Kalijodo.
"Mereka kan tidak punya skill dan keterampilan yang cukup. Makanya pemerintah wajib hadir memberi dan membekali mereka. Mereka ini kan warga Negara kita juga. Sehingga Negara harus bertanggung jawab terhadap nasib mereka," ujarnya.
Tambah Adhyaksa, jika tidak ada solusi, tidak menutup kemungkinan mereka para penghuni Kalijodo akan kembali membuat komunitas baru di tempat lain. (jkt1/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




