>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<
Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb. Saat ini banyak orang bekerja di rumah orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia yang biasanya non-muslim. Lalu bagaimana hukumnya bekerja di tempat orang yang di luar Islam? Terima kasih, (Tarminto, Ngluyu, Nganjuk)
Jawab :
Pada dasarnya dalam mencari rizqi yang halal itu didasarkan pada dua hal; pertama rizqi itu secara fisik halal dan kedua proses dalam mendapatkan rizqi itu diraih melalui akad yang halal. Islam tidak pernah membatasi akad jual beli, sewa menyewa dan lain sebagainya itu hanya kepada orang muslim saja tapi berlangsung lintas agama, suku dan budaya. Islam hanya melarang jenis barang haram diproduksi, maka haram juga jual belinya.
Sebuah hadis laporan aisyah:
ุชูููููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฏูุฑูุนููู ู ูุฑููููููุฉู ุนูููุฏู ูููููุฏูููู ุจูุซูููุงุซูููู ุตูุงุนูุง ู ููู ุดูุนููุฑู
โRasulullah saw meninggal dan baju besinya masih tergadaikan pada seorang yahudi dengan ganti 30 shaโ gandumโ. (HR. Bukhari: 2916). Dalil di atas menunjukkan bahwa rasulullah saw juga berinteraksi dengan yahudi dalam pergadaian di saat hidupnya.
Kejadian orang-orang yang bekerja pada orang tionghoa sebenarnya mereka sedang melakukan akad ijarah (sewa-menyewa). Yaitu orang muslim sedang menyewakan jasa kekuatannya untuk melakukan pekerjaan orang tionghoa, dan nanti sebagai gantinya orang tionghoa itu membayar upah dari jasa yang telah diberikan oleh orang-orang muslim. Jadi orang muslim itu mendapatkan hasil yang sah dan halal, selama barang yang diprosuksi atau dikerjakan itu halal, tidak haram. Jika yang diprosuksi itu pengawetan daging babi, maka jasa yang digunakan untuk bekerja juga haram.
Ada sebuah kisah laporan dari Kaโab bin Ajroh:
ุฃุชูุช ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู ููู ุง ูุฑุฃูุชู ู ุชุบูุฑุง ูุงู ููุช ุจุฃุจู ุฃูุช ูุฃู ู ู ุง ูู ุฃุฑุงู ู ุชุบูุฑุง ูุงู ู ุง ุฏุฎู ุฌููู ู ุง ูุฏุฎู ุฌูู ุฐุงุช ูุจุฏ ู ูุฐ ุซูุงุซ ูุงู ูุฐูุจุช ูุฅุฐุง ูููุฏู ูุณูู ุฅุจูุง ูู ูุณููุช ูู ุนูู ูู ุฏูู ุชู ุฑุฉ ูุฌู ุนุช ุชู ุฑุง ูุฃุชูุช ุจู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู ููุงู ู ู ุฃูู ูู ูุง ูุนุจ ูุฃุฎุจุฑุชู ููุงู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู ุฃุชุญุจูู ูุง ูุนุจ ููุช ุจุฃุจู ุฃูุช ูุนู
โSuatu hari aku datang kepada Nabi saw, dan saya melihat beliau pucat. Maka saya bertanya: โDemi ayah dan ibuku sebagai tebusan, kenapa Engkau kelihatan pucatโ. Rasulullah menjawab: โsudah tiga hari perutku ini tidak kemasukan makananโ. Kemudian aku pergi, dan tiba-tiba aku bertemu dengan seorang Yahudi yang sedang memberi minum untanya, lalu aku bekerja padanya untuk memberikan untanya minum dengan imbalan satu timba satu kurma. Akhirnya aku kumpulkan beberapa biji kurma dan aku bawa kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw bertanya โdari mana ini wahai kaโab?โ. Maka aku ceritakanlah kerjaku pada orang yahudi tadi. Lalu rasulullah berkata : โApakah kamu cinta padaku Kaโab?โ, maka aku menjawab; โDemi bapakku, iyaโ. (HR. Tabroni : 7157)
Berdasarkan peristiwa Kaโab di atas yang bekerja kepada Yahudi menunjukkan bahwa hasilnya adalah halal. Jadi bekerja pada siapa pun asal caranya benar dan barang yang dikerjakan adalah halal, maka hasilnya juga halal. Wallahu aโlam.









