Perajin batik Madura sedang menyelesaikan pekerjaannya. Pendirian pabrik tekstil untuk mendukung kebutuhan kain batik terkendala persediaan kapas.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Ketersediaan kapas menjadi kendala rencana pendirian pabrik tekstil di Bangkalan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kain batik Madura.
Kepala Bidang Produksi Padi dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Bangkalan, Heri Geger Susanto mengatakan, Struktur lahan pertanian seluas sekitar 29 ribu hektare yang terhampar di 18 kecamatan belum diketahui apakah cocok untuk ditanami kapas, begitu juga para petani karena belum dibekali cara bertani kapas.
"Selama ini belum pernah mencoba karena tidak ada anggaran yang berbunyi perluasan lahan untuk pengembangan kapas," katanya dikutip dari tribunnews, Minggu (3/1).
Dia menjelaskan butuh mengajarkan para petani bertani kapas sementara mereka selama ini terbiasa menanam padi, jagung, dan kedelai. Bahkan pihaknya saat ini membutuhkan lahan demplot untuk percobaan penanaman pohon kapuk.
"Saya pikir kami belum berani jika di sini ada pabrik tekstil. Butuh pengkajian apakah bertani kapas membutuhkan lahan berpasir atau lempung. Para petani juga masih buta soal kapas," kata dia.
Bertani kapas sebagai pendukung prospek pendirian pabrik tekstil dinilai Heri merupakan langkah spekulatif di tengah gencarnya upaya pencapaian swasembada pangan nasional.
"Jika dipaksakan tidak bagus. Di satu sisi kebutuhan pangan masih besar. Ketergantungan kepada nasi sangat tinggi. Padi masih menjadi prioritas, kedua jagung dan kedelai," ujar dia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




