Gedung SDIT yang diprotes warga. foto: sugiyanto/ BANGSAONLINE
BONDOWOSO, BANGSAONLINE.com - SDIT Kuntum Insan Cemerlang (KIC) Bondowoso yang berada di Jl. S Parman Gg Prajurit No 61, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, mulai disoal warga sekitar. Pasalnya, keberadaan SDIT ini dinilai tidak memiliki ijin lingkungan terdampak bangunan. Selain itu, jalan lingkungan juga dikeluhkan warga karena menjadi ramai dan mengganggu warga.
“Kami bersama warga yang lain sempat melakukan protes ke Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu dengan protes yang berbeda-beda. Termasuk keluhan warga soal jalan lingkungan yang menjadi ramai hingga ijin lingkungan yang tidak dilakukan pihak sekolah,” ujar Matkur Damiri, warga setempat saat ditemui di rumahnya, Senin (07/12) kemarin.
BACA JUGA:
- Suarakan Konflik Lahan di Ijen, Ratusan Pekerja PTPN Geruduk Kantor Bupati Bondowoso
- Asrorun Ni'am dan Idy Muzayyad Terpilih sebagai Ketum dan Sekjen Majelis Alumnni IPNU
- Munas Perdana, Gus Ipul, Asrorun Ni'am, Azwar Anas, Kandidat Kuat Ketum Majelis Alumni IPNU
- Dua Penonton di Bondowoso Tertimpa Sound Horeg
Padahal, aturan yang dia ketahui, menurut Matkur, untuk bangunan berlantai tiga itu harus ada ijin lingkungan. Sementara hingga saat ini, warga terdampak bangunan tidak pernah diajak bicara ataupun diminta tandatangan.
“Ternyata, warga yang diminta ijin bukan warga sekitar yang terdampak bangunan langsung, melainkan warga yang lokasinya jauh,” ujarnya.
Dia bersama warga yang lain merasa khawatir karena bangunan berlantai tiga itu konstruksinya tidak tepat dan dikhawatirkan rawan ambruk. Itu karena bangunan yang saat ini disulap menjadi lantai tiga merupakan pagar yang bersebelahan langsung dengan rumah perkampungan warga.
“Secara teknis tidak bisa lantai tiga hanya disuntik begitu saja karena mulanya hanya bangunan pagar biasa. Ini yang dikhawatirkan warga, bagaimanana kalau ada angin dan ambruk sudah pasti mengenai rumah saya dan warga yang ada di sekitarnya,” keluhnya.
Dia juga menilai arogansi pihak pengelola juga sangat kentara karena tidak pernah menggubris aspirasi warga sebagai tetangga. Bahkan, pihak pengelola justru menantang warga yang memprotes keberdaan SDIT ini sehingga etika bertetangga yang dilakukan pihak pengelola dinilai kurang oleh warga.
Bahkan, baru-baru ini saat hujan turun disertai angin mulai dirasakan dampaknya. Salah satunya adalah genteng yang jatuh mengenai rumahnya. Tidak menutup kemungkinan, gedungnya juga bisa roboh saat diterpa angin karena konstruksinya tidak tepat. Untuk itu, dia bersama warga meminta mengkaji ulang penerbitan IMB untuk sekolah tersebut.
“Harus dikaji ulang ketika proses administrasi dengan syarat harus minta ijin lingkungan tidak dipenuhi, pemerintah bisa menarik kembali IMB yang sempat dikeluarkan karena bermasalah tersebut,” pungkasnya. (gik/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




