GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tim Evaluasi Percepatan Penyerapan Anggaran (Teppa) triwulan III APBD 2015 diboikot oleh mayoritas anggota Teppa.
Sebab, adanya Teppa tersebut dianggap dagelan (lelucon). Pasalnya, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang dianggap tidak sukses dalam menjalankan kegiatan dan anggaran berdasarakan hasil Teppa triwulan ke II, tidak di-Teppa.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
"Kami sepakat boikot dan tidak mau ikuti Teppa sejak hari pertama, Selasa-Kamis,(24-26/11), karena Teppa triwulan III ini kami anggap lelucon, dagelan," kata anggota tim Teppa APBD 2015, Tarso Sagito SH,MHum, Kamis (26/11)
Ditegaskan Tarso, Teppa APBD 2015 triwulan III dianggap gagal, karena SKPD berdasarkan hasil Teppa triwulan II yang dianggap bagus dan mendapatkan nilai B (baik), tetap di-Teppa.
SKPD tersebut di antaranya, BKD (Badan Kepegawaian Daerah), Bagian Ortala (Organisasi Tata Laksana), PDTI, Bappelu (Badan Penyuluh), DKPP (Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan), Diskop, UKM dan Perindag (Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan).
Sementara SKPD yang recordnya jelek atau nilainya K( kurang), bahkan SK (sangat kurang) dalam penyerapan kegiatan dan anggaran pada Teppa triwulan II, tidak diundang untuk dilakukan Teppa.
SKPD dimaksud di antaranya, Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), Bagian Pembangunan, Bagian Hukum dan 18 camat yang laporan serapan kegiatan dan keuangan pada Teppa triwulan II, semuanya 82 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




