LAPOR: Komarudin bersama Ketua DPC PDIP Sidoarjo Tito Pradopo
saat melapor ke Polres Sidoarjo. foto: catur/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Oknum Kepala Desa (Kades) Banjar Asri Kecamatan Tanggulangin, H Muchlison dilaporkan oleh pengurus ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banjar Asri, Komarudin karena membakar atribut partai politik (parpol) yakni sebuah bendera PDIP ke Polres Sidoarjo, Selasa (24/11).
Kejadian pembakaran bendera PDIP tersebut berawal ketika Sekretaris Ranting PDIP Banjar Asri, Komarudin sedang kongkow di depan rumahnya di RT 11 RW 03 Desa Banjar Asri Kecamatan Tanggulangin bersama Sirin, Suparno dan Kades H Muchlison.
BACA JUGA:
- Polsek Sedati Gabungan Cek Dugaan Judi Kartu Remi di Warung Kopi Sedati, Ini Hasilnya
- Santri MTs di Sidoarjo Diduga Dianiaya Pengurus Ponpes, Keluarga Minta Keadilan
- Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil di Sidoarjo
- Sidang Penggelapan Kasur di Sidoarjo: 7 Ponpes Sudah Bayar Lunas, Tapi Uang Rp620 Juta Tak Disetor
“Saat itu, kami sedang menunggui beberapa warga yang sedang membuat bangku untuk cangkrukan,” terang Komarudin.
Ketika asyik berbincang, Kades Muchlison yang melihat ada bendera PDIP berkibar di depan rumah Komarudin spontan mengeluarkan pertanyaan.
“Dia (Kades Muchlison) saat itu bilang, Cak Udin (sapaan akrab Komarudin-red) buat apa sih mengibarkan bendera? Wong bendera cuma satu saja kok dikibarkan. Di (Desa) Kalidawir sana, jumlahnya (bendera PDIP) lebih banyak. Tak obonge ae yo (saya bakar aja ya-red),” ujar Komarudin menirukan perkataan Kades Muchlison.
Komarudin menganggap perkataan Muchlison hanyalah guyon karena mereka hanya berbincang santai. Lantas, Komarudin juga menjawabnya dengan santai.
“Yo obongen lho (ya silakan dibakar lho) Ji (sapaan akrab Kades Haji Muchlison),” ujarnya.
Mendengar jawaban dari Komarudin tersebut, ternyata Kades Muchlison langsung beranjak dari duduknya. Lalu, dia merebut sebuah korek api gas dari genggaman Komarudin dan berjalan sekitar 30 meter menuju bendera PDI Perjuangan yang terikat di bagian atas sebuah tiang setinggi 3 meter.
Sebenarnya, saat berjalan menuju bendera sambil membawa korek api, Kades Muchlison sempat diingatkan Sirin agar tidak bikin perkara. Tapi dia tak mau mendengar dan tetap membakar bendera ukuran 90 x 50 centimeter itu.
Kades Muchlison membakar bendera dari bagian pucuk yang menggelantung paling bawah. Karena terbuat dari kain poly textile, bendera dengan cepat terbakar. Dalam sekejap, bendera bergambar Banteng Moncong Putih itu ludes menjadi lelehan cairan panas yang menetes di duk beton tiang bendera. Ternyata, tindakan Kades Muchlison memicu kemarahan kader-kader PDIP. Selain melaporkan ke polisi, mereka juga minta agar pelaku dihukum berat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




