LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Tiga orang bonek masih harus menjalani pemeriksaan polisi karena kedapatan membawa senjata tajam yang dipakai melukai dua warga Desa Warukulo Kecamatan Pucuk.
Kapolres Lamongan, AKBP Trisno Rahmadi menyatakan pemeriksaan tiga orang bonek ini dipisahkan dari yang lain. "Mereka kedapatan membawa senjata tajam dan dari keterangan saksi ketiganya diduga terlibat dalam pembacokan yang mengakibatkan korban warga Lamongan pasca bentrok tadi malam (19/10)," ungkapnya.
BACA JUGA:
- Didampingi Anggota Polsek Lamongan Kota, Seorang Suami Grebek Istri Bersama Pria Lain di Kamar Kos
- KRYD Malam Minggu, Polres Lamongan Amankan 85 Motor Berknalpot Brong di Enam Titik Razia
- Satreskrim Polres Lamongan Ringkus Terduga Pelaku Ganjal ATM, Sejumlah Barang Bukti Disita
- Terduga Pelaku Belum Ditahan, Korban Dugaan Percobaan Pemerkosaan di Lamongan Minta Kepastian Hukum
Dalam pemeriksaan di polsek, beberapa orang suporter sudah dipulangkan. Suporter yang telah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan tidak terlibat sebagai pelaku pembacokan tersebut diberi pengarahan oleh petugas dari Polres Lamongan. "Kita kawal mereka hingga ke Surabaya," ujar Trisno Rahmadi.
Seperti diberitakan sebelumnya puluhan suporter bonek terlibat bentrok dengan warga di Desa Warukulon Kecamatan Pucuk Lamongan. Para bonek ini bentrok usai mendukung Persebaya Surabaya bertanding dengan Persatu, Tuban.
(Baca juga : bonek-vs-warga-di-lamongan-bentrok-kendaraan-berplat-l-yang-melintas-disweeping" style="background-color: initial;">Bonek Vs Warga di Lamongan Bentrok, Kendaraan Berplat L yang Melintas Disweeping)
Akibatnya dua orang warga terluka bacok, sementara puluhan bonek luka ringan dan kendaraan yang mengangkut mereka mengalami kerusakan parah karena dirusak massa yang melakukan aksi sweeping di sepanjang jalan sudah Babat ke arah Surabaya. (ais/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




