LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Diduga melakukan pungli pada masyarakat miskin yang berobat, Dinas Kesehatan Lamongan didemo Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).
Juru bicara aksi Bowo Trilaksono menyatakan pungli terhadap rakyat miskin ini terjadi di Puskesmas Karangpilang Modo. "Warga miskin dipungli untuk mendaftar Rp 100 ribu sedangkan untuk pemeriksaan lidah Rp 25 ribu padahal dalam aturan yang ada untuk masyarakat miskin gratis," ungkapnya.
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
Bowo menduga jika pungli ini dilakukan sejak lama. "Pernah kami klarifikasi ke pihak puskesmas dan dari pihak puskesmas menyatakan kalau biaya itu perintah langsung Kepala Dinas Kesehatan termasuk pemeriksaan lab," ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Fida Nuraidah membantah adanya pungutan. "Saya tidak pernah mengeluarkan kebijakan seperti itu, termasuk di Puskesmas Karangpilang," ungkapnya.
Menanggapi jhal itu, Fida mengungkapkan jika pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal termasuk memanggil pihak-pihak terkait termasuk petugas Puskesmas Karangpilang.
"Jika terbukti maka Dinkes akan mengambil tindakan terkait dengan fitnah tersebut. Dan segala yang dipungli insyaallah akan dikembalikan," ujarnya. (ais/nis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




