Warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar saat menggelar demo di balai desa. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menggelar demo di balai desa setempat, Selasa (17/9/2024).
Massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Desa Roomo (Formalisa) menuntut Kepala Desa Roomo, Taqwa Zainundin, bertanggung jawab atas beras tak layak konsumsi yang mereka terima.
BACA JUGA:
- TMMD ke-128 Gresik Ditutup, Jalan hingga RTLH di Desa Slempit Rampung Dibangun
- Eks Kades Entalsewu Sidoarjo Meninggal Saat Proses Banding Kasus Dugaan Korupsi CSR
- Tersangka Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik Ditahan, Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Kejaksaan
- Kejari Gresik Tahan Pegawai DPUTR Tersangka Penganiayaan
Beras yang dibagikan kepada warga berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) PT Smelting.
Pendemo yang didominasi ibu-ibu ini menunjukkan beras yang kondisinya berkutu, kekuningan, dan baunya apek.
Di dalam beras yang diterima juga terdapat benda asing seperti batu kecil dan jagung. Beras itu tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali karena diduga sudah lama sekali disimpan.
Pendemo dalam aksinya juga mengembalikan beras bantuan, serta mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) Roomo memberikan beras dengan kualitas yang layak.
"Beras dari Desa Roomo dari uang bantuan CSR PT Smelting sangat tidak layak. Masak kita disuruh makan nasi campur kerikil (batu kecil) dan bau," teriak pendemo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




