ilustrasi
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menganggap rencana Pemerintah Pusat untuk mendatangkan sapi siap potong dari Australia tidak perlu. Hal itu dikarenakan stok sapi lokal masih sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat, khususnya Jember. Dengan jumlah yang melimpah, Kabupaten Jember ingin menjadi penyangga kebutuhan daging sapi bagi daerah lainnya.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jember, Sugiarto, Kamis (13/07), kepada sejumlah wartawan menjelaskan bahwa saat ini jumlah permintaan masyarakat akan daging sapi setiap harinya mencapai 8 ton atau setara dengan 40 ekor sapi. Sedangkan stok sapi lokal siap potong mencapai 60 ribu ekor.
"Jumlah ini sangat mencukupi permintaan masyarakat Jember. Bahkan, dengan jumlah yang melimpah itu, mampu mensuplai permintaan daging sapi untuk daerah di luar Kabupaten Jember," ujar sekkab Jember Sugiarto
Sehingga, ia memastikan Jember tidak memerlukan adanya impor daging dari luar negeri, seperti yang diwacanakan oleh Pemerintah Pusat. "Memang kebijakan untuk daging impor itu menjadi pro kontra, tetapi untuk Jember sangat tidak perlu karena stok kita itu sangat melimpah jadi beruntunglah masyarakat Jember saat ini," jelasnya.
Diberitakan sejumlah media Nasional, harga daging sapi mengalami lonjakan drastis hingga mencapai 125 ribu rupiah dikarenakan stok menipis.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Akibatnya, pedagang daging sapi di sejumlah daerah melakukan aksi mogok hingga harga daging sapi kembali normal. Untuk mengatasi kelangkaan daging sapi ini, Pemerintah segera mengambil tindakan. Salah satunya ialah dengan mendatangkan 50 ribu ekor sapi siap potong dari Australia. (jbr1/yud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




