Petrokimia Gresik Raih Outstanding Achievement In Solvability Ratio-Cluster Non Infrastructure

Petrokimia Gresik Raih Outstanding Achievement In Solvability Ratio-Cluster Non Infrastructure SVP Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo (dua dari kanan) saat menerima penghargaan. Foto: Ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT menerima penghargaan "Outstanding Achievement In Solvability Ratio-Cluster Non Infrastructure", di ajang Top Award 2023. Penghargaan diterima oleh SVP Sekretaris , Adityo Wibowo mewakili Direktur Utama , Dwi Satriyo Annurogo, di Jakarta.

Dwi Satriyo menyampaikan berhasil mencetak rekor baru dari segi kinerja. Di mana, kinerja perusahaan tahun 2022 menjadi yang terbaik sepanjang sejarah sejak berdiri lebih dari setengah abad.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi stakeholder kepada kinerja di tahun 2022. Dewan juri menilai adalah terbaik dengan nilai tertinggi antara nilai modal terhadap aset yang dihitung berdasarkan tingkat kesehatan perusahaan," ucap Dwi Satriyo.

Ia mengungkapkan, realisasi tingkat kesehatan perusahaan memperoleh skor 91,00 dengan predikat "Sehat AA" atau lebih tinggi dibandingkan skor rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sebesar 78,00 predikat Sehat A. Sementara aset perusahaan di tahun 2022 mencapai Rp54,59 triliun atau meningkat dari tahun sebelumnya, Rp43,18 triliun.

Dwi Satriyo menambahkan, kinerja tersebut tidak lepas dari inovasi-inovasi yang diciptakan untuk berkontribusi bagi keberlanjutan perusahaan dan kemajuan pertanian Indonesia. Adapun inovasi sepanjang tahun 2022 mampu menciptakan nilai tambah atau value creation sebesar Rp277 miliar bagi perusahaan.

"Capaian dari inovasi ini merupakan sumbangsih dari 91 persen karyawan yang terus berpikir inovatif bagi perusahaan. Kami berharap kinerja ini bisa terus ditingkatkan, karena kinerja tersebut berdampak langsung bagi kemajuan pertanian di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu Top Award yang diselenggarakan oleh media Bisnis Indonesia merupakan ajang untuk memberikan apresiasi kepada yang berprestasi. Para dinilai berdasarkan kinerja, gagasan, inovasi, serta transformasi bisnis perusahaan, di tengah situasi ekonomi global dan domestik yang dinamis.

Indikator lain yang juga dinilai adalah kemampuan untuk bertahan dan makmur, mampu berbagi di tengah kondisi situasi ekonomi global yang berdampak besar terhadap upaya pencapaian target perusahaan dalam aspek finansial. (hud/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO