Masjid Tertua di China Tak Ditempati Salat, Kenapa? Laporan M Mas'ud Adnan dari Tiongkok (3)

Masjid Tertua di China Tak Ditempati Salat, Kenapa? Laporan M Mas Inilah bagian dalam masjid Al Ashab atau masjid Qingjing di Quangzhou Tiongkok. Tampak M Mas'ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE di dalam masjid dekat salah satu tiang yang masih sangat kokoh yang lantainya berupa tanah karena lantai yang asli sudah terbenam. Foto: BANGSAONLINE

QUANZHOU, BANGSAONLINE.com -Banyak peninggalan sejarah dan budaya Islam di Quanzhou Tiongkok. Diantaranya Masjid Ashab atau Masjid Qingjing. Tapi masjid ini tak ditempat salat. Kenapa? Ikuti tulisan M Mas’ud Adnan yang mengikuti rombongan para Gus ke Tiongkok dalam program kerjasama Pemprov Jatim dengan Konsulat Jenderal China Surabaya bertajuk “Jalan Sutra laut Surabaya-Tongkok”:

Salah satu rute kunjungan 4 Gus ke Tiongkok adalah Kota Quanzhou di Provinsi Fujian. Kota Quanzhou sangat populer di Tiongkok. Quanzhou menjadi salah satu kota yang berkembang pesat secara ekonomi. Bahkan Quanzhou pernah menjadi kota pelabuhan terbesar di Tiongkok atau China.

Quanzhou juga dikenal sebagai kota penuh sejarah dan budaya. Termasuk sejarah dan budaya Islam. Tak aneh, jika hotel-hotel bintang 5 di Quanzhou banyak bernuansa Islam. Diantaranya Quanzhou Hotel, tempat menginap para Gus.

Pantauan BANGSAONLINE, arsitektur hotel ini penuh nuansa budaya China. Namun di kamar-kamar hotel tersebut ada tanda arah kiblat. Ini sulit ditemukan di hotel-hotel kota lain di China. Ini juga berarti banyak tamu muslim menginap di hotel ini.

Masjid Al Ashab tampak dari depan. Menurut Hong Yang, seorang petugas di Masjid Ashab, pintu masuk yang bangunannya tinggi itu tak asli alias hasil renovasi. Bangunan yang asli adalah tembok yang memanjang di sebelahnya yang juga terdapat beberapa jendela. 

Quanzhou memang identik dengan budaya dan sejarah Islam. Banyak peninggalan budaya dan sejarah Islam. Diantaranya Masjid Ashab atau Qingjing. Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang juga ketua umum PBNU tiga periode, pernah datang ke masjid ini.

“Umat Islam di sekitar sini sekitar 2.000 orang,” tutur Hong Yang, pria yang bertugas di Masjid Ashab kepada BANGSAONLINE. “Tapi kalau keturunan Arab sekitar 50.000 orang,” tambahnya.

Masjid Ashab disebut-sebut sebagai masjid tertua di Tiongkok. Masjid Ashab dibangun pada tahun 1009, pada era dinasti Tong. Masjid ini berarsitektur Arab. Ini sekaligus menunjukkan bahwa persahabatan Arab-China sudah terjalin sejak jaman dulu.

Pintu masjid Al Ashab bagian dalam atau pintu kedua. Pintu ini, menurut Hong Yang, seorang petugas di Masjid Al Ashab merupakan pintu asli, belum tersentuh renovasi. Pintu ini merupakan pintu kedua dari pintu gerbang masjid Masjid Al Ashab. Foto: M Mas'ud Adnan/bangsaonline

Namun kini masjid tersebut sudah tak ditempati salat, baik salat 5 waktu maupun salat Jumat. “Masjid ini sekarang menjadi cagar budaya level satu,” kata Mr. Wong, perwakilan Konsulat China Surabaya yang mendampingi para Gus dalam perjalanan ke China.

Otomatis masjid tersebut tak boleh direnovasi. Apalagi masjid tersebut tak ada atapnya. Begitu juga lantainya. Tertimbun tanah. Yang tersisa dinding dan tiang-tiang yang menancap secara kokoh.

Simak berita selengkapnya ...