Masuki Tahun ke-3, Bupati Kediri Berikan Insentif untuk 8.000 Guru Agama Non-Formal

Masuki Tahun ke-3, Bupati Kediri Berikan Insentif untuk 8.000 Guru Agama Non-Formal Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat menyerahkan secara simbolis bisyaroh kepada salah satu guru agama. Foto: Ist

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkab  kembali menyalurkan insentif atau bisyaroh bagi guru agama non-formal di Bumi Panjalu. Pada tahun ini, bisyaroh diberikan kepada 8.000 penerima.

Mereka merupakan guru-guru Madin, TPQ, Kristen, Katolik dan Hindu. Selain mendapatkan bisyaroh dengan besaran Rp100 ribu setiap bulannya, para guru ini juga didaftarkan menjadi peserta Ketenagakerjaan.

Bupati , Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan bahwa penyaluran bisyaroh yang telah dimulai sejak 2021 itu menjadi komitmen pemerintah daerah setempat untuk memperhatikan kesejahteraan guru keagamaan non-formal.

"Kita berharap jumlah penerima bisa terus bertambah," ujarnya dalam acara penyerahan bisyaroh secara simbolis di kawasan Simpang Lima Gumul, Kamis (9/11/2023).

Pimipinan daerah yang akrab disapa itu menyebut, guru agama non-formal memiliki jasa yang besar karena selain memberikan pengetahuan agama, sekaligus membantu membentuk karakter budi pekerti bagi generasi penerus bangsa. 

Simak berita selengkapnya ...

Lihat juga video 'Pengguna Jalan di Pasar Pahing Kediri Tersengat Listrik':