Petugas mengangkut 9 cabe-cabean yang terjaring razia. (foto: khumaidi/BANGSAONLINE)
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 9 perempuan cabe-cabean -julukan ABG yang doyan nongkrong hingga larut malam di jalanan- terjaring razia atau tergaruk dalam Operasi Penyakit Masyarakat (pekat) yang digelar oleh Polsek Candi dan Satpol PP Kecamatan Candi bersama aparatur Desa Sepande Kecamatan Candi, Minggu (28/6) dini hari.
Mereka digiring ke balai Desa Sepande untuk diberikan pembinaan karena tak bisa menunjukkan kartu identitas diri ketika tim gabungan merazia warung remang-remang yang tumbuh subur di Jalan Ruko Gading Fajar Desa Sepande.
BACA JUGA:
- Bisnis Seks di sekitar IKN Turun, Dulu PSK Dapat Rp 20 Juta, Kini Sepi, Kenapa?
- Dua Warga Rusia Didakwa Jual Teman Wanitanya untuk Jadi PSK di Bali
- Kawak Jadi Mucikari, Wanita di Ngawi Jajakan Anak Kandung Sebagai PSK dengan Modus Warkop Tepi Jalan
- Polsek Duduksampeyan Gresik Ungkap Praktik Prostitusi Terselubung di Warung Remang-Remang
Kapolsek Candi Kompol Eko Joko Sugiarto mengatakan, bahwa tujuan Operasi Pekat menyisir beberapa tempat karena disinyalir rawan aksi premanisme.
"Kami tidak menemukan target (preman). Sedangkan, mereka yang terjaring adalah perempuan yang rata-rata masih di bawah umur tanpa kelengkapan identitas. Maka, mereka di bawa ke balai desa untuk diberikan pembinaan," ujarnya.
Ditambahkan, pihaknya meminta remaja yang gemar nongkrong malam di pinggir jalan agar perilaku tersebut tidak menjadi kebiasaan. Sebab, berdampak negatif terhadap kelangsungan masa depannya.
Sebelumnya, tim gabungan sempat mendatangi kelompok motor yang berkerumun di perbatasan antara Desa Sepande dan Desa Sidodadi, tepatnya di sebelah barat tol. Setelah dipastikan mereka tidak mengadakan balapan liar maupun aksi kejahatan lainnya, tim gabungan bergerak menuju lokasi di Jalan Ruko Gading Fajar.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sepande H. Fadholi mengatakan ABG yang berhasil terjaring, rata-rata berasal dari luar kota seperti Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo. "Kita berikan pembinaan di balai desa," tukasnya.






