Takut Melamar Gadis karena Gaji Kecil, Peserta Bedah Buku di Pasuruan Ingin Kaya Seperti Kiai Asep

Takut Melamar Gadis karena Gaji Kecil, Peserta Bedah Buku di Pasuruan Ingin Kaya Seperti Kiai Asep Suasana acara bedah buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan karya M Mas'ud Adnan di Palm Resto Kota Pasuruan, Ahad (25/9/2022). Hadir Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan M Mas'ud Adnan sebagai nara sumber. Foto: MMA/ BANGSAONLINE.com

PASURUAN, BANGSAONLINE.com – Peserta di Jawa Timur berebut mengacungkan tangan saat sesi tanya jawab, Ahad (26/9/2022). Mereka mengaku ingin sukses dan kaya raya seperti Prof Dr , MA, yang menjadi bahasan utama buku karya M Mas’ud Adnan itu.

“Saya ini juga guru. Gaji guru, kalau belum sertifikasi, masih di bawah Rp 500 ribu. Jadi saya saat ini mengalami seperti Kiai Asep saat miskin,” kata seorang peserta yang duduk di kursi paling depan.

Yang membuat peserta lain tertawa, pemuda bertubuh agak tambun itu terang-terangan mengaku karena gajinya masih di bawah standar alias kecil.

Ia menyampaikan itu setelah membaca halaman 116 buku setebal 424 itu. Halaman itu menceritakan kisah Kiai Asep yang lamarannya dikembalikan oleh orang tua tiga gadis karena miskin dan dianggap tak punya depan.

“Terus terang, saya takut melamar cewek,” katanya sembari tertawa. Ia penasaran, ingin tahu rahasia sukses Kiai Asep. Termasuk wirid-wirid yang diamalkan Kiai Asep.

Peserta lain juga tak sabar untuk bertanya. “Apakah Kiai Asep saat miskin, saat jadi guru, punya usaha lain,” tanya peserta yang lain. Dan banyak pertanyaan lain yang dilontarkan peserta.

Acara yang digelar Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Palm Resto itu memang hidup dan dialogis.

Kiai Asep merespon dengan tersenyum. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu mengaku aktif turun ke masyarakat karena dua hal.

Pertama, ingin memotivasi para pengasuh pondok pesantren dan pengelola pendidikan agar bisa lembaga pendidikan atau pesantren yang dikelolanya maju seperti Amanatul Ummah.

Kedua, tutur Kiai Asep, bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar mau bekerja keras dan berdoa maksimal sehingga hidupnya sejahtera. Karena itu Kiai Asep selalu siap untuk mentransfer ilmu dan pengalamannya.

“Waamma bini’mati rabbika fahaddits,” kata Kiai Asep mengutip Al Quran Surat Addluha ayat 11. Artinya, apabila mendapat kenikmantan dari Tuhanmu, maka ceritankanlah.

“Agar orang lain mendapat inspirasi,” tegas Kiai Asep.

Kiai Asep mengaku tak perlu referensi untuk berceramah atau memberi motivasi masyarakat. “Karena berdasarkan pengalaman saya sendiri,” kata ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Pergunu itu.

Sewaktu muda dan miskin, Kiai Asep mengaku punya cita-cita dan kemauan besar. “Tapi saya tak punya apa-apa,” katanya. “Karena itu saya harus bekerja keras,” tambahnya.

Caranya bagaimana? “Saya berdoa maksimal,” katanya.

Semula, tutur Kiai Asep, dirinya cari doa dan salat malam di buku-buku dan kitab-kitab.

“Saya menemukan salat malam dalam buku-buku dan kitab-kitab itu,” kata Kiai Asep. Tapi setelah diamalkan ternyata tak ada hasil. Tak mustajab. Kiai Asep pun cari lagi.

Simak berita selengkapnya ...

Lihat juga video 'Heboh, Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap Ditemukan Warga Kota Pasuruan di Saluran Irigasi Sawah':