SiLPA Capai Rp780 Miliar, DPD KNPI Tuban Anggap Kinerja OPD Lamban

SiLPA Capai Rp780 Miliar, DPD KNPI Tuban Anggap Kinerja OPD Lamban Wakil Ketua Bidang Politik DPD KNPI Tuban, M. Chanif Muayyad,.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran () tahun 2021 memicu reaksi sejumlah pihak. Salah satunya dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tuban.

Minimnya serapan APBD tersebut disebabkan karena kinerja Organisasi Perangkat Daerah () yang dinilai kurang maksimal dan rendah dalam menjalankan tanggung jawabnya. Sebab, tahun anggaran 2021 mencapai Rp780 miliar.

"Saya melihat bahwa di lingkungan Pemkab Tuban belum maksimal dalam bekerja, terbukti adanya silpa yang masih sangat besar," terang Wakil Ketua Bidang Politik DPD , M. Chanif Muayyad, Jumat (24/6/2022).

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, lemahnya serapan anggaran itu mencerminkan program dan proyek pemerintah tidak matang dan lemah dalam perencanaan. Sedangkan, pelaksanaan kerja tidak tepat dan sulit dieksekusi sehingga sering mandek dalam pengerjaannya.

" sebesar itu bukan jumlah yang sedikit. Karena hampir 50 persen dari . Bayangka saja, pendapatan APBD rendah, serapannya rendah pula. Ini sangat berpengaruh terhadap keberlansungan hidup masyarakat,” paparnya.

Menurutnya, jika penyusunan anggaran dilakukan dengan valid dan akuntabel mestinya serapan anggaran bisa dimaksimalkan. Sementara, dalam prosesnya sangat kental dengan aroma politis dan berbelit-belit.

Simak berita selengkapnya ...