SUMENEP (BANGSAONLINE.com) - Pengelolaan taman baca (manca) di Kabupaten Sumenep belum maksimal. Pasalnya, koleksi buku yang disediakan oleh pemerintah sangat terbatas, sehingga tidak bisa memberikan sumber pengetahuan bagi masyarakat, utamanya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Tidak hanya itu, manca sering kali tutup saat waktu hari libur. Sehingga, pelajar yang akan mengunjungi manca merasa kecewa. Seperti halnya yang dialami oleh Farhatin, salah satu mahasiswa asal Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk. Dirinya mengaku kecewa saat mendatangi manca di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk itu, Minggu (12/4).
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
Sebab, selain koleksi buku yang dinilai pas-pasan, pada hari libur manca tutup. ”Mestinya meskipun hari libur, manca tidak harus tutup. Karena pada hari libur dimungkinkan lebih banyak pengunjung dibandingkan hari-hari biasanya,” keluhnya, Senin (13/4).
Hal senada dikatakan Rofiki, salah satu tenaga pengajar asal Kecamatan Guluk-Guluk. Dirinya mengaku tidak bisa mengunjungi manca saat hari efektif. Sebab, dirinya harus disibukkan dengan tugasnya sebagai tenaga pendidik. ”Kalau hari aktif sekolah, kan saya harus fokus sama pelajaran. Jadi tidak mungkin mengunjungi manca,” terangnya.
Di Sumenep ada 5 taman baca yang mendapatkan anggaran lima puluh juta untuk pengadaan buku itu. Diantanya, Rumah baca di Kecamatan Kalianget, Rumah baca di Kecamatan Talango, Rumah baca di Kecamatan Dasuk, Rumah baca di Kecamatan Batang Batang dan Rumah baca di Kecamatan Guluk Guluk.
Katanya, keberadaan manca sangat dibutuhkan. Selain untuk mencari materi tambahan, juga sebagai ajang untuk memotivasi anak didiknya untuk selalu cinta pada buku.
”Seandainya manca itu ditopang fasilitas yang memadai sangat bagus. Tapi Karena pengelolaannya kurang maksimal, maka keberadaan manca masih belum bisa memberikan kontribusi banyak bagi warga,” ungkapnya.
Untuk itu, dia berharap, ke depan pengelolaan taman baca akan semakin optimal. Hal itu berguna untuk melayani warga yang memiliki kesibukan pada hari aktif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




