SUMENEP (BANGSAONLINE.com) - Upaya pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep, membangun listrik di Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, dinilai warga hanya setengah hati.
Tokoh pemuda setempat Syaiful Anang mengatakan, selama ini pemerintah daerah kurang serius melakukan pembangunan kelistrikan di Pulau Gili Raja. Dibuktikan dengan minimnya anggaran setiap tahunnya.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
”Yakni pada tahun 2014 hanya Rp 1,4 miliar, sedangkan pada tahun 2015 ini hanya Rp 1,6 miliar,” katanya.
Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Meneral (ESDM) Sumenep Abd Kahir mengatakan, dia tidak bisa berbuat banyak untuk menyegerakan pembanguan kelistrikan di Pulau Gili Raja. Sebab, dirinya hanya menyediakan sesuai anggaran yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
”Sesuai kesepakatan yang ada, Legislatif menginginkan pembangunan listrik gili raja memakai APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) murni. Jadi tidak bisa memakai dana dari sumber yang lain,” katanya.
Mantan Kabag Humas Setkab Sumenep ini, memrediksi dengan anggaran yang serba terbatas setiap tahunnya itu, pembangunan kelistrikan di Pulau Gili Raja membutuhkan waktu selama lima tahun ke depan.
Kebutuhan tiang listrik di sepanjang Pulau Gili Raja, sebanyak 450 tiang. ”Tahun ini sudah masuk tahun kedua. Jadi anggaran yang ada kami alokasikan semua untuk pengadaan tiangnya. Jika anggarannya kurang, kami akan diplotkan di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) mendatang,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




