Gus Solah saat dikunjungi Jusuf Kalla
SURABAYA (BangsaOnline) - Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah) mengaku sudah punya jaringan ekonomi untuk program NU jika kelak terpilih sebagai Ketua Umum Tanfidziah PBNU dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang.
”Sudah ada teman yang siap. Tinggal bagaimana PWNU dan PCNU, siap nggak nanti,” kata Gus Solah dalam diskusi terbatas di Surabaya ketika ditanya tentang program pemberdayaan warga NU, terutama secara ekonomi.
BACA JUGA:
- Muktamar ke-35 NU: Dari Politik Figur Menuju Politik Gagasan di Tengah Disrupsi Zaman
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
- Gus Miftah Ingin Jadi Sekjen PBNU? Ini Respons Kiai dan Kader NU
- Jarang Orang Kaya Dermawan, Ketua PWNU DKI Jakarta: Jadilah Orang seperti Kiai Asep
Masalah pemberdayaan ekonomi ini sempat mencuat ketika salah seorang peserta diskusi asal Sulawesi mengatakan bahwa problem NU selama ini adalah masalah ekonomi. Menurut Gus Solah, jaringan ekonomi yang sudah siap itu adalah berskala nasional.
”Jadi tinggal kesiapan NU di daerah,” kata Gus Solah yang pernah dua kali menjabat Ketua PBNU. Karena itu, diskusi yang diikuti para aktivis NU dan pelaku ekonomi itu kemudian berkembang menjadi semacam “upaya realisasi program ekonomi” yang siap dioperasionalkan.
Bahkan seorang peserta yang punya background pengusaha mengaku siap membantu Gus Solah untuk mengoperasikan secara konkrit ekonomi warga NU. ”Kalau itu masalah gampang. Yang penting kita profesional,” katanya.
Menurut pengusaha yang duduk berjejer dengan Gus Solah itu, NU punya potensi ekonomi besar tapi selama ini belum dikelola secara baik dan maksimal. Ia mengakui tak semua pengurus NU punya bakat mengembangkan ekonomi. Karena itu perlu pemilahan yang jelas. Menurut dia, bagi pengurus NU yang belum punya kemampuan mengelola ekonomi, maka solusinya ditempatkan sebagai pengontrol atau pengawas. Dengan demikian program ekonomi NU bisa berjalan secara proporsional dan profesional.
Program ekonomi NU kolosal ini tampaknya akan menjawab kegalauan warga NU selama ini. Apalagi kalau program ini bisa dikongkritkan dalam wujud usaha ekonomi pada semua PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia. Bentuknya bisa macam-macam, tergantung kondisi dan kesiapan PCNU dan PWNU setempat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




