Karena kualitas beras yang diterima buruk, pihaknya terpaksa mengeluarkan biaya lagi untuk memoles beras tersebut. Menurut pria yang meminta namanya dirahasiakan tersebut, biaya memoles 1 sak beras dengan berat 15 kg sebesar Rp15 ribu.
Sementara pemilik e-Warong, Supriani, mengakui beras yang diberikan kepada warga penerima program BPNT kali ini memang kurang layak dan tidak seperti biasanya.
"Saya mendapatkan jatah untuk menyediakan sebanyak 450 sak beras seberat 15 Kg tiap saknya. Namun, setelah saya menghubungi semua penggilingan padi semuanya penuh, dan adanya seperti itu. Dan baru kali ini seperti ini," dalih Supriani.
Ia mengatakan, harga beras yang diberikan kepada penerima BPNT senilai Rp9 ribu. "Karena ketentuannya harga 9.000, maka yang didapat begitu adanya," cetusnya.










