Tempat penggilingan padi yang diambil berasnya oleh pemilik e-warung, Supriani.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Salah satu penerima Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Dimong, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, mengeluhkan kualitas jatah beras bantuan yang diterimanya tidak layak konsumsi.
"Deloken iki lho mas berase. Wes rupane coklat, nek dimasak segone kuning, ambune apek (lihat, ini berasnya mas. Sudah warnanya cokelat, kalau dimasak nasinya jadi kuning, dan baunya apek)," ujarnya melalui kiriman video yang diterima BANGSAONLINE.com, Selasa (4/1).
BACA JUGA:
- Kemensos Coret Penerima PKH-BPNT Terlibat Judol, Bupati Kediri Singgung Penyalahgunaan Bansos
- Sudah Cair Bansos Bansos Rp600 Ribu BPNT Februari 2025, Cek Transferan dan Klik Cekbansos di Sini
- Asyik Cair! Cek Nama Anda Penerima Bansos BPNT Rp600 Ribu Februari, Login Cekbansos di Sini
- Siap-siap Bansos PKH, Sembako, PIP dan Bantuan Lainnya Cair, Catat Tanggalnya
"Iki wong tuwoku mas sing oleh teko bantuan. Jupuke neng toko e-warong ngarep kantor desa. La ngerti berase koyok ngene ya wes tak poleske barang. (Ini orang tua saya mas yang dapat dari bantuan. Ambilnya di toko e-warong depan kantor desa. Tahu berasnya seperti ini, ya saya poleskan juga)," paparnya menambahkan.

Karena kualitas beras yang diterima buruk, pihaknya terpaksa mengeluarkan biaya lagi untuk memoles beras tersebut. Menurut pria yang meminta namanya dirahasiakan tersebut, biaya memoles 1 sak beras dengan berat 15 kg sebesar Rp15 ribu.
Sementara pemilik e-Warong, Supriani, mengakui beras yang diberikan kepada warga penerima program BPNT kali ini memang kurang layak dan tidak seperti biasanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




