Nasikin menuturkan, bahwa semua anggota paguyuban sudah sepakat dan berkomitmen menguatkan tekad untuk bersatu padu mempertahankan lahan pertanian di pinggiran aliran Sungai Konto.
"Kami sudah memanfaatkan lahan pertanian ini puluhan tahun dan bahkan sudah turun temurun sejak nenek moyang kami, jauh sebelum izin usaha penambangan itu ada," ujarnya.
BACA JUGA:Atasi Masalah Luapan Air, Petani di Balowerti dan Dandangan Sambut Baik Normalisasi Sungai Kresek
Bukti bahwa lahan tersebut sudah dijadikan lahan pertanian adalah dibangunnya irigasi pertanian permanen oleh pemerintah sejak lama.
Karena itu, petani yang selama ini memanfaatan lahan aliran Sungai Konto menolak segala bentuk penambangan. Sebab, mereka khawatir akan kehilangan sumber utama perekonomiannya.










