"Saya dengar langsung adanya anggota kami Aiptu Sumilak, yang dipercaya untuk melakukan pembinaan kepada pedagang di pasar ini, untuk menciptakan suatu sistem sosial di pasar yang baik. Di antaranya sistem kebersihan, sistem keamanan, kemudian kenyamanan yang semula di awal tahun 2018 itu situasinya sistem itu belum tercipta," beber Irjen Pol Nico.
"Kemudian, Ibu Sumilak ini diminta turut membantu dan akhirnya sampai sekarang sudah dua kali dia diminta untuk melakukan pembinaan. Kalau bahasa di sini disebut mantri pasar," sambungnya.

Mutmainah, salah satu pedagang di Pasar Pon yang berjualan pakaian mengatakan bahwa sejak Sumilak menjadi mantri pasar, situasi menjadi aman, lingkungan bersih, tidak ada pungli dan premanisme, sehingga pedagang bisa tenang dalam berjualan.










