HSN 2021, Gubernur ​Khofifah Beri Penghargaan Pencipta Shalawat Badar dan Syubbanul Wathan

HSN 2021, Gubernur ​Khofifah Beri Penghargaan Pencipta Shalawat Badar dan Syubbanul Wathan ubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan penghargaan Hj Nyai Machfudhoh Aly Ubaid dan KH Syaiful Islam di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (22/10). Foto: humas pemprof Jatim

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Indar Parawansa memberi penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada pencipta lagu "Syubbanul Wathan" KH Abdul Wahab Chasbullah dalam peringatan (HSN) 2021 di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (22/10).

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur pada putrinya, Hj Nyai Machfudhoh Aly Ubaid, seusai upacara peringatan Hari Santri. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada pencipta Shalawat Badar KH Ali Manshur Shiddiq yang diwakili keluarganya, KH Syaiful Islam.

Untuk diketahui, lagu "Syubbanul Wathan" karya KH Abdul Wahab Chasbullah diciptakan tahun 1916. Pemerintah sendiri berencana memasukkan lagu tersebut sebagai lagu perjuangan nasional dengan menggubah syairnya ke dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu.

Shalawat Badar diciptakan oleh KH. Ali Manshur Shiddiq pada tahun 1962 pasca dekrit 1959 dan jelang meletusnya Gestapu di tahun 1965. Sholawat badar digunakan oleh Kader NU untuk menyemangati diri dan sebagai simbol pembeda lagu Genjer-Genjer kala itu.

“Penghargaan ini mungkin terasa kecil artinya jika dibandingkan dengan sumbangsih keduanya terhadap Indonesia. Namun, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus penanda bahwa negara atau generasi penerus bangsa ini tidak pernah lupa akan jasa-jasa para pendahulunya,” ungkap usai peringatan HSN 2021 di Kota Surabaya.

juga meminta para santri mendefinisikan ulang makna jihad dengan konteks kekinian. Bila dulu para santri berjihad melawan penjajahan Belanda dan berupaya mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini jihad yang dimaksud tidak lain adalah jihad melawan kemiskinan, memerangi kebodohan, dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

meminta para santri terus meng-upgrade skill digital, menempa kreativitas, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman. Santri juga harus menguasai berbagai keterampilan seperti, bidang teknologi, information technology (IT), bidang komunikasi dengan menguasai bahasa asing, menajemen waktu, disiplin, sinergitas, dan kolaborasi.

Simak berita selengkapnya ...