Peringati Hari Tani Nasional, Petani di Kabupaten Kediri Keluhkan Harga Pupuk yang Mahal

"Ada solusi yaitu menggunakan pupuk tetes. Tapi rendemennya berkurang, beda bila menggunakan pupuk pabrik. Ada lagi solusi, yaitu menggunakan pupuk kompos/organik. Tapi hasil panen juga kurang baik," ujarnya, Jumat (24/9).

Sunardi mengaku pernah didatangi oleh petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri. "Petugas menyampaikan bahwa masalah pupuk tidak hanya manjadi masalah di Kecamatan Kayen kidul saja, tapi hampir menyeluruh di Kabupaten Kediri," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Mugi Rahayu, Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Sukarno. Ia membenarkan harga pupuk non-subsidi memang sangat mahal, yaitu Rp280 ribu/sak untuk jenis ZA.

"Kami mempunyai solusi alternatif dengan kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupuk non-subsidi itu, yaitu membuat pupuk organik," katanya usai acara peringatan Hari Tani Nasional di Desa Tiru Kidul.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: