Kiai Asep berharap, gedung pelatihan dan laboratorium tersebut bisa dimanfaatkan warga untuk mempelajari bidang pertanian, peternakan dan perikanan. "Sehingga jika ada warga yang mempunyai lahan bisa dimanfaatkan untuk menanam kangkung, sehingga bisa dipanen sendiri, bisa dijual, atau dimanfaatkan menjadi lauk pauk," katanya.
"Tak hanya itu, saya menyerahkan pengelolaan lahan ini kepada Ketua Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad agar ke depannya masjid atau pondok pesantren bisa mandiri melalui pertanian, peternakan, ataupun perikanan," kata Kiai Asep.
"Diharapkan nantinya setiap masjid yang punya celengan bisa dipinjamkan kepada masyarakat sekitar untuk bisa dimanfaatkan untuk pertanian, peternakan atau pertanian seperti yang ada di Lombok Tengah. Lalu tiap dua minggu sekali diadakan pengajian dan pembekalan," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DMI kabupaten Mojokerto Nur Rokhmad menyambut baik program ASC Foundation di tiga bidang tersebut.










