SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong dan men-support aksesibilitas pelayanan bagi penyandang tunanetra. Tak hanya terkait masalah pendidikan vokasi, namun ketersedian lapangan kerja juga menjadi salah satu fokus utama.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat menghadiri acara Public Movement bertemakan "This Is Ability Not Disability" yang berlangsung di Plaza Surabaya, Minggu (20/6/2021). Public Movement yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat ini diikuti sekitar 13 anak penyandang tunanetra.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
- Eri Cahyadi Naik Haji, Armuji Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Surabaya
"Ini yang tentunya kita dorong dan tentunya dari pemkot juga memberikan suatu support. Besok pun juga ada pelatihan IT bagi tuna netra di Gedung Wanita. Jadi baik dari mulai yang anak-anak, remaja ataupun dewasa selalu kita support," kata Cak Ji, sapaan lekat Wakil Wali Kota Surabaya.
Dalam public movement tersebut, anak-anak diajari bagaimana menggambar dengan cara mengenali bau dari tiap warna cat. Dengan didampingi keluarga dan pembimbing, mereka dibantu melukis menggunakan jari sesuai dengan imajinasinya.
Cak Ji menilai, bahwa public movement yang diselenggarakan Universitas Airlangga (Unair) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta merupakan salah satu pendidikan ekstra. Aksesibilitas seperti ini tentu akan semakin mendukung anak-anak penyandang tunanetra untuk dapat berkarya meski dengan keterbatasan.
"Ini adalah suatu pendidikan ekstra, dimana anak-anak yang ingin belajar menggambar atau melukis, mereka diajari dengan cara (identifikasi) bau dari warna itu sendiri. Maka mereka juga bisa mengekspresikan di dalam kanvas dimana akan membentuk seperti apa yang diinginkan," katanya.
Dia menyatakan bahwa selama ini Pemkot Surabaya juga terus berupaya menyediakan aksesibilitas bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan. Salah satu diantaranya adalah menyediakan lapangan kerja di lingkup pemkot sesuai dengan bakat dan keahliannya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




